Virgil Van Dijk yang merupakan palang pintu pertahanan Liverpool mengaku bahwa timnya sudah melakukan persiapan dengan matang untuk melawan Aston Villa. Akan tetapi laga tidak berjalan seperti yang diinginkan.

Skuad The Reds mengawali laga di Villa Park menghadapi Aston Villa dengan kurang baik. Pada menit ke-4 Liverpool sudah kebobolan melalui gol yang dicetak oleh Ollie Watkins memanfaatkan Blunder yang dilakukan oleh kiper Adrian.

Setelah kejadian gol pertama tersebut justru lini pertahanan Liverpool semakin buruk. Bahkan untuk lini depan tak kunjung menemui titik terang untuk mencetak gol.

Pada babak pertama, Liverpool sudah ketinggalan skor. Bahkan memasuki babak kedua pun tak kunjung ada perbaikan penampilan The Reds.

Liverpool memang beruntung pada saat itu tidak banyak lagi kebobolan gol karena ada beberapa peluan Aston Villa yang berhasil di tepis Adrian dan ada juga yang mengenai mistar gawang. Namun walaupun begitu, Liverpool tetap saja kalah dengan skor telak 7-2. Tentu saja ini menjadi rekor kekalahan terburuk yang dialami oleh Liverpool sejak era 1963 yang lalu.

Van Dijk mengaku bahwa timnya sudah melakukan persiapan secara penuh untuk laga tersebut. Akan tetapi entah kenapa semua itu tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan ekspektasi.

 “Kami mempersiapkan diri dengan baik dan kami memainkan pertandingan yang bagus melawan Arsenal pada pertengahan minggu. Persiapan kami baik dan kami siap untuk itu sebelum pertandingan,” ucapnya pada Sky Sports.

“Sayangnya dalam pertandingan itu tidak terjadi seperti yang kami inginkan,” keluh Van Dijk.

Pada laga tersebut, Watkins menjadi salah satu pemain yang paling bersinar. Hal ini karena sang pemain berhasil mengemas 3 gol sekaligus.

Bahkan pada babak kedua, Watkins mendapatkan peluang emas, akan tetapi bola hasil tendangannya membentur mistar gawang.

“Saya benar-benar tidak percaya. Mendapatkan satu gol itu bagus tetapi tiga gol sulit dipercaya. Saya pikir keunggulan 1-0 memberi kami kepercayaan diri, kami tumbuh dalam permainan dan menghukum mereka,” katanya kepada Match of the Day BBC.

“Saya mengakhiri laga dengan hat-trick tapi berpikir saya bisa mendapatkan lebih banyak. Rasanya manis pahit,” seru Watkins.

Dengan kekalahan tersebut tentu saja membuat Liverpool menjadi salah satu juara bertahan pertama yang pertama kali kebobolan dengan 7 goal sejak era tahun 1953 yang lalu. Pada waktu itu Liverpool dibantai oleh Sunderland dengan skor telak 7-1. Tentu saja hal ini bukan kekalahan pertama kalinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here