Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa Liverpool yang berada di bawah asuhan Jurgen Klopp menjadi rival terberat baginya.

Sebagai seorang pelatih, Pep Guardiola tentu sudah memiliki banyak pengalaman melatih sejumlah klub, dan pernah menghadapi beberapa lawan yang berat. Sebagai contoh, Pep Guardiola pernah melatih Barcelona, dan ia mengakui bahwa Real Madrid sebagai lawan terberatnya kala itu.

Rivalitas yang sudah mendarah daging diantara Barcelona dan Real Madrid menjadi salah satu penyebab Real Madrid menjadi lawan terberat bagi Pep Guardiola. Pep Guardiola juga pernah menjadi bagian dari Bayern Munchen. Pada saat berada di Bayern Munchen, Borussia Dortmund menjadi lawan terberatnya, itu semua terjadi karena rivalitas kedua klub yang sudah mendarah daging.

Meski demikian, Pep Guardiola tetap mampu membawa tim asuhannya meraih catatan yang lebih baik daripada lawan-lawannya itu. Sama halnya ketika Guardiola melatih Manchester City, ia memiliki lebih banyak lawan yang berat ketika melatih Manchester City daripada saat bersama klub-klub sebelumnya.

Guardiola sukses mempersembahkan gelar pertama bagi Manchester City dengan meraih kemenangan di final Piala Liga Inggris setelah membantai Arsenal dengan skor 3-0 pada 2018 lalu. Kesuksesan City kala itu nyatanya tak lepas dari tangan dingin Guardiola sebagai manajer.

Menurutnya, dari semua lawan yang sudah ia sebutkan atau pun yang belum ia sebutkan, ada satu klub yang menurut Guardiola adalah lawan terberat dalam karier melatihnya. Klub tersebut adalah Liverpool yang berada dalam asuhan Jurgen Klopp, khususnya pada saat The Reds berada di musim 2018-2019 dan musim 2019-2020.

“Lawan terberat yang pernah saya hadapi selama karier melatih saya adalah Liverpool, dari tahun lalu sampai tahun ini,” ujar Pep Guardiola pada DAZN.
“Ketika anda mendominasi, mereka berlari ke luar angkasa seperti tidak ada orang lain. Mereka juga sangat cepat saat bertahan, dan kuat secara strategi, mental pemainnya juga sangat kuat,” tambahnya.

Pep Guardiola mengakui bahwa selama menjalani kariernya sebagai pelatih, ia selalu berpikir tentang bagaimana caranya agar bisa mengalahkan pasukan Jurgen Klopp.

“Klopp adalah saingan yang selalu membuat saya berpikir tentang bagaimana caranya untuk bisa mengalahkannya” tutup Pep Guardiola mengakhiri pembicaraan.
Jika melihat pencapaian Liverpool saat ini, wajar saja apabila Pep Guardiola mengatakan hal seperti itu. Karena selama ia menjadi pelatih dan dari semua lawan yang pernah Guardiola hadapi, hanya Liverpool yang paling sering mengalahkannya.

Dari 19 pertemuannya bersama Liverpool, Manchester City kalah sembilan kali saat berhadapan dengan tim asuhan Jurgen Klopp itu. Catatan tersebut semakin diperburuk oleh Manchester City yang tidak pernah menang saat bertamu ke Stadion Anfield.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here