Sang legenda Liverpool Steven Gerrard pernah mengungkapkan perkataan yang cukup fenomenal “Saat saya meninggal, jangan bawa saya ke rumah sakit, bawa saya ke Anfield. Saya lahir dan akan meninggal di sana”, seperti kita ketahui Steven Gerrard merupakan seorang legenda yang mampu mengambil hati para fans Liverpool di seluruh dunia, mimpinya dimulai ketika dirinya menandatangani kontrak bersama klub idamannya itu pada usia 17 tahun, melakoni debut setahun setelahnya, hingga mewarisi ban kapten dari Sami Hypia.

Padahal ketika melihat beberapa tahun sebelumnya, Steven Gerrard diragukan merapat ke Liverpool, dia sempat melakukan trial atau uji coba dengan tim Manchester United, sang gelandang melakukan hal itu bertujuan untuk memaksa Liverpool untuk memberinya kontrak, untung saja The Reds memilih percaya kepada Steven Gerrard, Stevie muda akhirnya menjadi pengaruh bagi tim dan pernah dinobatkan sebagai PFA young player of the Year 2001.

Setelah menjalani beberapa musim yang manis bersama Liverpool, kesetiaannya menemui ujian pertamanya, dirinya yang ingin meraih gelar juara sempat berpikir untuk pergi, klub yang akan meminangnya pun tak main-main, yakni Chelsea yang sedang naik daun dibawah asuhan Jose Mourinho, meski dirinya sempat terlena oleh bujuk rayu Mou, akhirnya Gerrard memilih kemantapan bahwa Liverpool adalah rumah yang sesungguhnya.

Keputusan itupun nyatanya benar, di tahun 2005 Gerrard berhasil memimpin pasukan Rafael Benitez setelah memenangi gelar Liga Champions Eropa paling dramatis, namun setelah momen mengharukan tersebut, paceklik gelar pun dimulai, posisi mereka di Liga Inggris tak kunjung membaik, meski sudah mendatangkan Striker haus gol sekaliber Fernando Torres, Liverpool tetap tak mampu memenangi Liga Inggris, setelahnya kesetiaan Gerrard kembali diuji, beberapa pilar penting peraih gelar Liga Champions mulai meninggalkan Liverpool, Xabi Alonso hengkang ke Real Madrid, Rafael Benitez dipecat dan Fernando Torres malah bergabung ke klub rival Chelsea, namun lagi-lagi Steven Gerrard sudah setia pada satu nama yaitu Liverpool.

Dirinya mencoba menjadi sosok panutan siapapun, ditengah masa-masa sulit itu Mou kembali datang, kali ini pria berkebangsaan Portugal itu menawarkan sebuah kontrak untuk bermain bersama Real Madrid, akan tetapi semua sudah bisa di prediksi, sang kapten tetap setia pada Liverpool, bahkan di tahun 2013 Bayer Munchen mengajukan tawaran dengan pasti dimainkan secara regular agar Gerrard bermain disana, meski akhir cerita sang kapten tak berujung manis.

Dedikasi dan ketulusan hati berseragam Liverpool patut mendapat Apresiasi, dan diawal tahun 2015 tanpa gelar, tanpa penghargaan individu tanpa tiket Liga Champions, tanpa kemenangan di laga kandang terakhir, sang kapten mengumumkan keputusannya untuk pergi dari Anfield, diiringi tepukan tangan para pendukung yang hadir nama Steven Gerrard akan selalu menggema dalam sejarah kebesaran Liverpool.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here