Gerard Houllier yang merupakan mantan manajer Liverpool mengakui bahwa pada musim 2003 hampir saja membeli Cristiano Ronaldo. Akan tetapi ada alasan yang membuat transfer sang pemain gagal untuk dituntaskan.

Ronaldo memang memikat banyak pemandi bakat dunia sepakbola di kawasan Eropa pada musim kompetisi 2002/2003. Pada saat ini sang pemain memang tampil sangat bagus dengan tim Sporting CP. Dalam penampilannya Ronaldo berhasil mencetak sebanyak 3 goal untuk 25 laga yang dilakoni.

CR7 julukan untuk Cristiano Ronaldo mulai menjadi menjadi Pilar di Timnas Portugal pada kelompok usia. Tahun 2003, Cristiano Ronaldo mulai masuk dalam skuad senior dan menjalani debutnya. Pada saat ini usianya masih 18 tahun.

Dengan skill dan pemampilan yang memukau, tentu saja ada banyak tim yang tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Pada saat ini Ronaldo akhirnya di boyong oleh Manchester United. Namun, ternyata Liverpool juga adalah salah satu tim yang turut mengincar sang pemain.

Gaji Tinggi Menjadi Alasan Liverpool Gagal Dapatkan Ronaldo…

Houllier mengatakan bahwa Ronaldo sudah diincar pada saat Timnas Portugal melakoni laga pada turnamen Toulon U-21. Melihat penampilannya yang sangat gemilang, Houllier memberikan pengajuan untuk manajemen Liverpool untuk mendatangkan sang pemain.

“Saya melihatnya di Turnamen Toulon U-21 dan kami mencarinya. Tapi kami memiliki batasan gaji dan kami tidak bisa membayar gaji yang dia inginkan,” ucap Houllier

“Kemudian Manchester United memainkan laga persahabatan melawan Sporting CP dan semua anak laki-laki mereka berkata kepada Sir Alex Ferguson: ‘Anda harus merekrutnya’,” sambung Houllier.

“Saya setuju dengan tidak melanggar struktur gaji. Saya pikir itu akan menimbulkan masalah di ruang ganti kami,” tuturnya.

Adanya Pemain Muda yang Baru Diboyong…

Alasan lainnya yang membuat Liverpool kala itu gagal mendatankan Ronaldo karena ada 2 pemain muda. Pemain muda tersebut baru saja didatangkan oleh The Reds dari Perancis. Kedua pemain tersebut diantaranya adalah Anthony Le Tallec dan Florent Sinama-Pongolle.

“Kami baru saja mengontrak Florent Sinama-Pongolle dan Anthony Le Tallec, keduanya jauh dari keinginan [gaji] Ronaldo,” ucap Phil Thompson, asisten Houllier pada saat itu.

“Dan kami akan mengalami anarki jika para pemain lain mengetahui berapa banyak uang yang kami keluarkan untuk membayar anak berusia 18 tahun. Kami harus melakukan kompromi,” kenang Phil Thompson.

Jika saja waktu itu Cristiano Ronaldo berhasil diboyong Liverpool tentu saja akan berbeda ceritanya. Namun tentu Manchester United yang lebih dahulu mendapatkan tanda tangan sang pemain. Ronaldo memang mulai bersinar kala gabung di MU.

Cristiano Ronaldo dan Liverpool memang belum berjodoh sehingga pada waktu itu kesempatan mendatangkan pemain memang terganjal dengan banyak hal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here